Modifikasi Mesin Motor Honda Grand, Supra fit, dan Fit
S
Gencarnya
pabrikan mengeluarkan produk-produk baru yang syarat akan teknologi canggih
memaksa kita untuk menyesuaikan setingan motor lama dengan produk baru terebut
ya paling tidak nggak malu-maluin kalo ketemu dijalan. Ramuan jitu untuk
meng-upgrade kemampuan Honda grand biar larinya kenceng.
Dapur pacu
Kita kudu
benahi system air feul ratio dulu, karbu aplikasi milik Honda Kharisma dengan venturi
polesan. Kemudian jarum skep pasang milik Honda Win yang memiliki dimensi
lebih gemuk.
Sehingga
debit bensin dapat ditingkatkan dalam waktu singkat. Katup in-ex mengaplikasi
produk after market, dengan diameter 28mm – 24mm, urusan camshaft, Cuma nambah
liftnya sekitar 2,8 mm, lewat memangkas pantat noken 1,2 mm.
Karena
diperkirakan bukaan katup lebih tinggi maka diperlukan aplikasi pegas katup
SuzukiThunder 125 yang mempunyai diameter lebih besar. Cara ini
diperlukan untuk mencegah terjadinya floating. Langkah akhir untuk dapur pacu
adalah memapas silinder Cop 0,5 mm, agar kompresi yang dihasilkan lebih padat.
Blok
silinder
Blok
silinder di bore-up lewat pemakaian piston Honda sonic RS-125 (58mm). alhasil
kita harus mencari liner dengan diameter luar 65mm. masalah baru timbul,
karena makin besarnya diameter piston posisi keempat baut tusuk sate rawan
tergeser oleh diameter liner yang makin besar.
Untuk
menghindari ini posisi liner dinaikkan 3mm dari blok silinder. Cara ini juga
menyiasati agar spray hole jalur pompa oli pada crank case tak ikut tergeser
dan diameter crankcase turut diperlebar menjadi 67mm, berikut dengan speling
ruang muainya.
Volume (CC)
Karena
stroke ori Grand (49,5mm) dirasa kurang mumpuni, kita geser big end 2mm
hasilnya stroke Grand meningkat 53,5mm sehingga kapasitas menjadi 141,2cc
RASIO DAN
PENGAPIAN
Bagi para
penggeber motor Honda 100cc pasti sudah banyak tahu kalo
rasio gigi 3 dan 4 nanggung, maksudnya kalo 3 dibuat panjang
gigi 4-nya drop. Sebaliknya kalo gigi 4 dibuat panjang gigi 3-nya memble
Untuk
mengatasi masalah itu kita buat salah satu digigi 4-nya dengan perbandingan
lebih rapat dengan gigi 3 sehingga dari 3 ke 4 motor bisa terus berakselerasi
dengan baik.
Urusan
pengapian kita gunakan CDI DC milik Suzuki Shogun 110 tahun 2002 yang
bertipikal unlimiter.
Setelah
semua recikan selesai tinggal memberi bahan bakar pertamax plus, busi iridium
dan disempurnakan dengan final gear 40-14
Tidak ada komentar:
Posting Komentar